Daftar Tugas, Tanggungjawab dan Gaji Safety Officer di Berbagai Perusahaan

Konten [Tampil]

 


Mungkin Anda sudah tidak asing lagi mendengar K3 atau Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Jurusan K3 ini sudah mulai menjamur di lingkungan universitas mulai dari tingkat Diploma 3 hingga Strata 1. Peminatnya pun cukup banyak karena prospek kerja yang menjanjikan terutama di rumah sakit dan perusahaan, mereka bisa menjadi HSE Officer, Safety Officer, QHSE Coordinator, atau EHS Officer. Yuk, simak daftar gaji safety officer di perusahaan!

Mengenal Tugas dan Tanggung Jawab Safety Officer

Safety officer merupakan tenaga profesional berlatar pendidikan khusus dan bertanggung jawab untuk merencanakan, memastikan, dan memonitoring para pekerja dalam suatu pekerjaan atau proyek agar tetap terjamin keselamatan dan kesehatannya. Selain menjamin keselamatan para pekerja, seorang safety officer juga harus mampu mengidentifikasi dan meminimalisir risiko kecelakaan kerja dengan mengacu pada panduan K3 perusahaan, memastikan sistem SMK3 berjalan dengan baik.

K3 menjadi kepentingan atau urusan semua orang yang bekerja di suatu perusahaan, jadi tidak serta merta dibebankan kepada safety officer saja. Para pekerja perlu memahami K3 seperti apa, misalnya penggunaan helm proyek ketika bekerja adalah untuk melindungi kepala dari benda yang jatuh, bukan dipakai hanya karena takut atau paksaan dari safety officer. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah uraian tugas dan tanggung jawab seorang safety officer.

Memberi Arahan K3

Belum tentu semua pekerja sudah paham dengan risiko kecelakaan kerja yang akan mereka hadapi. Dan sebagai safety officer bertugas untuk memberikan arahan K3 di lingkungan kerja dengan cara membuat rambu K3, materi safety talk, dan juga memberikan edukasi berupa seminar maupun webinar terkait K3.

Review Kebijakan dan Prosedur K3 yang Ada

Perkembangan dalam perusahaan dipicu oleh inovasi yang dibuat, seperti diadakannya perluasan wilayah, penambahan jumlah karyawan, hingga penambahan unit kendaraan berat serta alat produksi. Semua poin ini menyebabkan perusahaan perlu membuat kebijakan K3 dan harus mereview prosedur yang sudah ada agar karyawan dapat bekerja dengan nyaman, aman, sehat, dan selamat.

Memastikan Ketertiban Saat Bekerja

Dengan adanya regulasi dan sanksi yang dibuat oleh safety officer, diharapkan para pekerja dapat mematuhi kebijakan yang ada dan menerapkan prosedur safety selama bekerja. Bagi yang melanggar pun akan dikenakan sanksi guna memastikan semua pekerja bisa menaati peraturan yang ada tanpa terkecuali.

Safety Induction

Karena tidak semua karyawan baru sudah paham dan mengetahui safety di area bekerja, maka tugas safety officer adalah bekerja sama dengan HR untuk melakukan pengenalan K3 kepada para karyawan baru. Yang dimaksud dengan safety induction adalah pengenalan K3 kepada karyawan seputar rambu-rambu K3, penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) saat bekerja, cara menggunakan alat dengan safety, dan risiko di sekitar lingkungan kerja.

Pengawasan Kinerja Karyawan

Sebagai seorang safety officer haruslah proaktif dengan melakukan pengawasan terhadap para pekerja, terutama pada lokasi yang memiliki risiko lebih besar dan bisa saja membahayakan keselamatan. Apabila terdapat peluang atau potensi kecelakaan dan pelanggaran, safety officer berwenang untuk menegur pekerja yang melanggar dan menghentikan pekerjaan.

Mengidentifikasi Potensi Bahaya

Tanggung jawab seorang safety officer yang berikutnya adalah terus melakukan penilaian risiko bahaya di area kerja. Mengidentifikasi potensi bahaya dapat dilakukan secara mandiri maupun kerja sama dengan para pekerja. Yang umum digunakan adalah dengan communication card, yaitu para pekerja mengisi potensi risiko di sekitarnya dan membuat laporan ke departemen HSE.

Melakukan Tindakan Preventif

Tindakan preventif atau pencegahan fungsinya adalah agar tidak terjadi kecelakaan kerja akibat situasi dan kondisi kerja yang kurang aman dan visa membahayakan keselamatan pekerja. 

Membuat Laporan Penilaian Risiko

Jika terjadi kecelakaan atau potensi kecelakaan maka harus tetap dilaporkan dengan membuat catatan agar dapat dievaluasi, sehingga kecelakaan kerja dapat dihindari nantinya. Peran safety officer saat terjadi kecelakaan kerja adalah menginterogasi semua pekerja yang terlibat agar dapat terpecahkan penyebabnya.

Jadi, tugas seorang safety officer sangatlah penting untuk menjaga kesehatan dan keselamatan para pekerja saat berada di lingkungan kerja. Dengan tugasnya yang begitu penting dan beragam ini, berapakah upah yang didapatkan? Berikut ulasannya.

Daftar Gaji Safety Officer di Berbagai Perusahaan

Antara tugas dan tanggung jawab safety officer seimbang dengan besar gaji yang akan diterima. Jumlahnya pun berbeda-beda tergantung dari masa kerja atau pengalaman kerjanya. Berikut adalah daftar gaji safety officer di berbagai perusahaan.

  • Masa kerja 1 hingga 5 tahun: Rp5.000.000,- sampai Rp12.000.000,-

  • Masa kerja 10 tahun: Rp13.000.000,- sampai Rp20.000.000,-

  • Masa kerja lebih dari 10 tahun, khususnya untuk HSE Manager: Rp27.000.000,- sampai Rp55.000.000,-

Itulah gambaran tugas dan tanggung jawab serta daftar gaji safety officer di berbagai perusahaan. Apakah Anda tertarik untuk berprofesi sebagai safety officer?


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama