Mengenal Matriks HIRADC Berdasarkan Frekuensi Kejadiannya dan Keparahannya (Likelihood Value)

Konten [Tampil]
Mengenal Matriks HIRADC

Salah satu cara untuk menilai bahaya adalah dengan menentukan berdasarkan frekuensi atau keseringan dari bahaya itu muncul. Begitu juga ketika kita menilai HIRADC, kita bisa menilai dari seberapa banyak kejadian tersebut muncul. Lantas bagaimana cara menentukannya?


Indikator Frekuensi Keseringan Terjadinya Bahaya


Nilai ini didasarkan pada kemungkinan terjadinya suatu peristiwa.  Anda mungkin mengajukan pertanyaan "Berapa kali peristiwa ini terjadi di masa lalu?"  Menilai kemungkinan didasarkan pada pengalaman, analisis, atau pengukuran pekerja.  


Tingkat kemungkinan berkisar dari "paling mungkin" hingga "tidak terbayangkan".  Misalnya, tumpahan kecil pemutih dari wadah saat mengisi botol semprot kemungkinan besar terjadi pada setiap giliran kerja.  


Sebagai alternatif, kebocoran bahan bakar diesel dari tangki penampungan yang aman kemungkinannya kecil.


Nilai Kemungkinan Terjadinya Bahaya dalam HIRADC


1. Most likely (Nilainya 5)

The most likely result of the hazard / event being realized.


2. Possible (Nilainya 4)

Has a good chance of occurring and is not unusual.


3. Conceivable (Nilainya 3)

Might be occur at sometime in future.


4. Remote (Nilainya 2)

Has not been known to occur after many years.


5. Inconceivable (Nilainya 1)

Is practically impossible and has never occurre


Penilaian Risiko Matriks HIRADC Berdasarkan Risiko Keparahannya


Keparahan dapat dibagi menjadi lima kategori.  Keparahan didasarkan pada peningkatan tingkat keparahan terhadap kesehatan individu, lingkungan, atau properti.  


1. Catastrophic (Nilai 5)

 Numerous fatalities, irrecoverable property damage and productivity

Pada tingkat katastropi, Banyak korban jiwa, kerusakan properti dan produktivitas yang tidak dapat dipulihkan. Segala hal yang alami kerusakan atau kecelakaan tidak bisa dikembalikan lagi begitu juga dengan produktivitas yang terhenti akibat adanya kecelakaan.


2. Fatal  (Nilai 4)

Approximately one single fatality major property damage  if hazard is realized

Nilai fatal dibuktikan dengan Kira-kira satu kematian tunggal maupun kerusakan properti utama saat terjadi bahaya. 


3. Serious (Nilai 3)

Non-fatal injury, permanent disability

Kejadian yang serius ini dikategorikan saat adanya injury atau luka yang tidak begitu paham tetapi bisa mematikan produktifitas seseorang secara permanen.


4. Minor (Nilai 2)

Disabling but not permanent injury

Kejadian minor ini bisa mengganggu produktivitas meskipun bahaya yang ditimbulkan tidak permanen.


5. Negligible (Nilai 1)

Minor abrasions, bruises, cuts, first aid type injury 

Kejadian ini bisa berupa luka kecil, tersayat, memar maupun luka yang bisa ditangani dengan first aid.


Cara Melakukan Penilaian Risiko dalam HIRADC


Untuk melakukan penilaian risiko pada HIRADC, Anda perlu membuat tabel yang isinya adalah keparahan dan frekuensi kejadian.

Baca Juga: Cara Menyusun HIRADC 


Tabel HIRADC

Risiko dapat disajikan dalam berbagai cara untuk mengkomunikasikan hasil analisis untuk pengambilan keputusan pengendalian risiko. 

 Untuk analisis risiko yang menggunakan likelihood dan severity dalam metode kualitatif, menyajikan hasil dalam matriks risiko adalah cara yang sangat efektif untuk mengkomunikasikan distribusi risiko di seluruh pabrik dan area di tempat kerja.

 

Risk Assesment dapat dihitung menggunakan rumus berikut:


 L x S = Risiko Relatif

            

 L = Kemungkinan / Likelihood

 S = Keparahan / Severity

 

Untuk menggunakan matriks ini, pertama-tama temukan kolom tingkat keparahan yang paling menggambarkan hasil risiko.  


Kemudian ikuti baris kemungkinan untuk menemukan deskripsi yang paling sesuai dengan kemungkinan tingkat keparahan tersebut akan terjadi.  


Tingkat risiko diberikan di kotak tempat baris dan kolom bertemu.


 Nilai risiko relatif dapat digunakan untuk memprioritaskan tindakan yang diperlukan untuk mengelola bahaya tempat kerja secara efektif.  


 RISK  DESCRIPTION / Deskripsi Bahaya



 

  •  15 - 25 HIGH

A HIGH risk requires immediate   action to control the  hazard as detailed in the hierarchy of control. Actions taken must be documented on the risk assessment form including date for completion.

Risiko TINGGI membutuhkan tindakan segera untuk mengendalikan bahaya sebagaimana dirinci dalam hierarki kendali.  Tindakan yang diambil harus didokumentasikan pada formulir penilaian risiko termasuk tanggal penyelesaian.


  •  5 - 12 MEDIUM

A MEDIUM risk requires a planned approach to controlling the hazard and applies temporary measure if required. Actions taken must be documented on the risk assessment form including date for completion.

Risiko SEDANG memerlukan pendekatan terencana untuk mengendalikan bahaya dan menerapkan tindakan sementara jika diperlukan.  Tindakan yang diambil harus didokumentasikan pada formulir penilaian risiko termasuk tanggal penyelesaian.


  •   1 - 4 LOW

A risk identified as LOW may be considered as acceptable and further reduction may not be necessary. However, if the risk can be resolved quickly and efficiently, control measures should be implemented and recorded.

Risiko yang diidentifikasi sebagai RENDAH dapat dianggap dapat diterima dan pengurangan lebih lanjut mungkin tidak diperlukan.  Namun, jika risiko dapat diselesaikan dengan cepat dan efisien, tindakan pengendalian harus dilaksanakan dan dicatat


1 Komentar

  1. apa yach perbedaannny jika tabel 5 x 5 diatas , dimana urutan keparahan dibaca dari 1 sampai ke lima sementara tingkat kemungkinan dari 5 turun ke 1. Kesan antara tingkat keparahan dan kemungkinan saling menjauh. Bagaimana interpretasinya jika kemugkinan 1- turun kelima sehingga antara keparahan dan kemungkinan bisa saling berdekapatan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama